Rekomendasi Majalah Daring Feminis Eropa

Rekomendasi Majalah Daring Feminis Eropa – Majalah daring feminis yang lahir pada dini era ke- 21 ini berlainan dari majalah wanita yang keluar tadinya. Serupa semacam di Indonesia, di mancanegara, majalah wanita cap biasanya menyimpang pembaca wanita selaku pasar menguntungkan. Sebagian majalah cap apalagi tidak ragu menggiring pembacanya buat mensupport rancangan patriarki.

Rekomendasi Majalah Daring Feminis Eropa

lolapress – Berlainan dengan majalah cap itu, majalah daring feminis tidak cuma bebas serta non- komersial, tetapi pula dengan jelas mensupport kesetaraan serta kesamarataan kelamin. Tidak hanya itu, mereka mengetahui keanekaan suara, kerangka balik, serta arah intim di golongan wanita. Karenanya, mereka tidak ragu mensupport peperangan aksi LGBTQ+ di dalam majalah mereka.

Dikutip dari magdalene, Buat lebih memahami aksi wanita mancanegara yang bebas, liberal, serta beraneka ragam, selanjutnya ini merupakan 6 majalah daring dari Perancis serta 2 dari Belgia. Melalui konten mereka, kita pula dapat mengeker gimana kampanye feminisme Eropa digulirkan.

Baca juga : Majalah Online Yang Mengangkat Topik Feminisme, Lokal Dan Internasional

1. Roseaux

Roseaux( maksud literal: ilalang) dibangun pada 2018 oleh 6 wanita yang bermukim di bermacam kota: Berlin, Marseille, serta Lisbon. Mereka cuma mengatakan julukan depan mereka serta tidak memakai julukan keluarga sebab dikira selaku ikon patriarki.

Majalah berbicara Perancis ini melaporkan kalau mereka muncul buat menyuarakan feminisme yang inklusif dengan 2 tujuan. Awal, selaku alat yang sediakan forum refleksi untuk para feminis, serta kedua, membuka pintu selebar- lebarnya untuk para pendatang baru yang belum sempat betul- betul terpikat dengan feminisme.

Majalah ini mengangkut permasalahan sosial, kesehatan, adat, serta bukti. Artikel- artikel mereka menyuarakan perlawanan atas seksisme, rasisme, konservatisme, serta fobia kepada LGBTQ+.

Walaupun relatif terkini tercipta, bahana majalah ini di bumi maya cukup terdengar. Mereka dapat diiringi di Twitter, Instagram, serta Facebook.

2. Les Ourses à plumes

Julukan Bimbingan Oursesà plumes, yang berarti berada wanita dengan pena- bulu, mempunyai filosofi tertentu. Pena- bulu merupakan perlengkapan catat era dulu sekali yang jadi ikon pengarang. Tidak hanya itu, mereka berikan maksud spesial kepada pena- bulu ialah selaku wujud angan- angan kalau feminisme bisa melambung besar. Sedangkan, berada diseleksi selaku ikon daya.

Dibangun pada Maret 2015, majalah ini berpangkalan di Paris serta diprakarsai oleh 12 wanita. Majalah ini menggaungkan pembebasan untuk para wanita serta mereka yang teraniaya dalam sistem patriarki. Sebab itu, majalah ini mengutamakan catatan dari para wanita( bagus cis ataupun trans), mereka yang non- biner, dan transpria, Mengenai pengalaman mereka dalam sistem patriarki. Mengetahui sempitnya ruang untuk para wanita disabilitas, majalah ini pula sediakan ruang kolom spesial“ Handicap”.

3. Deuxième page

Deuxième page( laman kedua) mempunyai arti buat memandang novel ataupun suatu lebih dari sampulnya( laman awal) serta berupaya buat menguasai seluruh suatu serta memakai benak kritis.

Berdiri pada 2016, majalah ini melaporkan kalau filosofi mereka merupakan silih yakin. Majalah ini mengampanyekan feminisme yang ikut serta langsung( engage). Tulisan- tulisan di majalah ini mengutamakan prinsip anti kepada kewenangan, kekerasan, jenjang, pertandingan, serta individualisme. Pengedit majalah ini bertabiat beramai- ramai dengan mengaitkan dekat 40 wanita yang bertugas dengan cara ikhlas.

Dengan cara biasa, majalah ini menunjukkan 6 rubrik penting: Sosial, tanya jawab, film, serial tv, novel serta kesusastraan, dan“ memo”( usulan mingguan untuk para pembaca).

Sub- kolom spesial missfits menunjukkan profil aktivis rumor wanita di bermacam aspek dari mancanegara semacam Lola Alvarez Bravo, Sarah Vaughan, Leonor Fini, Jane Evelyn Atwood, Pocahontas, Ching Shih, Yuri Kochiyama, serta Claudette Colvin.

Deuxième page bisa diiringi di Twitter, Instagram, serta Facebook.

4. Friction

Dibangun pada 2017, majalah ini berpangkalan di Paris serta diatur oleh 10 orang( bermacam kelamin) yang bertugas ikhlas. Friction dengan cara spesial mangulas permasalahan seni, nada, serta adat. Terdapat pula rubrik keterangan novel serta tanya jawab dengan para artis. Mayoritas catatan dalam majalah ini mengangkut tema LGBTQ+ dengan ujung penglihatan pengganti.

Majalah ini bisa diiringi di Twitter, Instagram, serta Facebook, dengan kebanyakan pengikut alat sosial merupakan anak belia.

5. Féministo Clic

Majalah ini dibangun oleh badan feminis Perancis Osez le féminisme! yang dibuat di Lyon pada April 2009. Badan itu mempunyai 25 agen seantero Perancis, satu agen di Swiss, serta satu agen di Belgia. Osez le féminisme! mendesak penghapusan pelacuran serta pornografi selaku bagian dari skedul feminisme mereka.

Féministo Clic awal mulanya mengeluarkan versi cap kesatu pada Juni 2009 serta keluar tiap 2 bulan sekali. Semenjak Oktober 2016, alat itu jadi majalah daring. Majalah disokong penuh oleh anggaran dari badan yang berawal dari duit bulanan keahlian.

Terdapat banyak rubrik di dalamnya, mulai dari politik, sosial, adat, kesehatan intim, ekonomi, berolahraga, global, ilmu serta teknologi, hingga tanya jawab. Sebab banyaknya rubrik mereka, pembaca majalah ini juga lebih beraneka ragam.

Féministo Clic tidak aktif di alat sosial, cuma terdapat di laman Osez le féminisme! di Facebook yang diiringi lebih dari 121. 000 orang. Walaupun begitu, majalah ini lumayan diketahui dalam aksi wanita Perancis.

6. chEEk

Julukan cheek didapat dari game tutur bahasa Inggris chick( wanita ataupun anak ayam) serta bahasa Perancis chic( apik ataupun elok). Dalam bahasa Inggris, cheek pula berarti berani ataupun menantang.

Dibangun Oktober 2013, majalah ini berpangkalan di Paris, serta diatur oleh 3 wanita angkatan Y ialah Myriam Levain, Julia Tissier, serta Faustine Kopiejwski. Alat ini mengangkut permasalahan adat, sosial, bentuk, serta teknologi internet. Menariknya, majalah ini pula menjawab isu- isu terbaru dengan tagar#webthefuck.

Bentuk terang majalah ini amat bergengsi serta kedatangan mereka langsung disambut hangat oleh warganet. Akun majalah ini mempunyai 35 ribu pengikut di Facebook, dekat 18 ribu pengikut di Twitter, serta 17 ribu pengikut di Instagram—angka yang cukup besar buat dimensi audiens Perancis.

Pada dini 2017, majalah ini diakusisi oleh industri alat adat, Inrockuptibles, kepunyaan pengelola bank cum politisi kiri- tengah Matthieu Pigasse. Sebagian orang menyesalkan akusisi itu. Tetapi, terdapat pula yang beranggapan kalau majalah ini sukses meyakinkan kalau feminisme bisa diperoleh warga besar.

7. Femmes Plurielles

Berpangkalan di Brussel, majalah ini disokong Femmes Prévoyantes Socialistes( FPO)—organisasi Wanita Sosialis yang dibuat pada 1922. Versi cap kesatu mereka diluncurkan pada Maret 2015, keluar sebesar 4 kali dalam satu tahun, serta bertabiat tematik pada masing- masing edisinya. Hingga dikala ini telah terdapat 20 versi cap yang diterbitkan( versi terbaru Juni 2020). Buat mereka yang bermukim di Belgia, majalah cap Femmes Plurielles dapat didapat dengan cara free.

Majalah daring timbul semenjak 2017. Isinya lumayan simpel dengan 4 rubrik: Sosial, politik, adat, serta kampanye. Atasan sidang pengarang majalah ini merupakan Eléna Diouf serta Pascaline Nuncic yang bertugas bersama 17 badan sidang pengarang yang lain( seluruhnya wanita).

Akun alat sosial Femmes Plurielles lumayan aktif, mereka terdapat di Twitter, Instagram, serta Facebook.

Baca juga : Rekomendai Majalah Pria Dewasa Terpopuler

8. Axelle

Majalah yang pula berplatform di Brussels ini disokong Vie Féminine, salah satu badan feminis di Belgia. Axelle berpedoman pada prinsip kebersamaan demokratik serta kesamarataan kelamin.

Versi cap Axelle diluncurkan awal kali pada Januari 1998 serta keluar 10 kali dalam satu tahun. Harga berlangganan satu tahun merupakan 24 euro( terkategori ekonomis). Sebagian postingan dari versi cap tampak free di majalah daring.

Atasan sidang pengarang majalah ini merupakan Sabine Panet yang bertugas dengan 6 orang badan sidang pengarang. Sebab sesungguhnya berpusat pada majalah cap( serta buat angkatan di atas umur 40- an), majalah ini kurang muncul di bumi digital. Alat ini cuma memiliki akun Facebook.

presslola