Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito

Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito

Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito – Majalah sastra asal Jepang bernama Seito ketika pertama kali terbit tahun 1911 telah menimbulkan kontroversi. Seito sendiri memiliki arti stoking biru, nama yang terinspirasi dari grup perempuan yang berkumpul untuk melakukan diskusi terkait politik dan juga seni yang ada di Inggris pada abad ke-18. Grup diskusi seperti ini, pada masanya bukanlah hal yang biasa, bukan suatu hal yang wajar. Namun majalah Seito sendiri tidak mengira bahwa majalahnya akan mendapatkan cekalan dari pecmerintah karena “mengganggu ketertiban umum”. Majalah Seito sama sekali tidak berniat untuk menjadi sebuah majalah “radikal” atau majalah politik, mereka hanya ingin membuat sebuah jurnal sastra bagi perempuan dengan kebanyakan isinya berupa esai pribadi yang ditulis oleh para perempuan.

Pada abad ke-18, pemikiran perempuan masih dianggap sebagai tantangan provokatif bagi tatanan sosial yang biasanya perempuan hanya berperan sebagai istri dan juga ibu. Sehingga apa yang ditulis oleh majalah Seiota melampaui batasan yang telah dibuat oleh masyarakat terhadap perempuan. Akhirnya majalah tersebut semakin menarik perhatian publik dan mendapatkan penolakan keras karena majalah Seito mendalami pertanyaan politis yang masih dianggap tabu. Tidak hanya itu saja, dalam majalah mereka memperdebatkan kesetaraan bagi perempuan, aborsi hingga keperawanan. Karenanya tanpa disengaja majalah Seiota telah menjadi majalah pelopor bagi feminisme di Jepang.

Majalah Seito didirikan oleh sekelompok perempuan yang memiliki ambisi tinggi, tidak hanya ingin menjadi seorang istri, namun mereka memiliki dorongan intelektual agar perempuan juga mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih tinggi. Haruko Hiratsuka dengan nama pena Raicho mendapatkan ide terkait majalah Seito ini dari mentornya yang telah mengajarinya bahasa inggris, meditasi zen dan juga sastra. Bersama dengan Yoshika Yasumochi dan juga tiga orang pendiri lainnya, mereka menerbitkan majalah Seito untuk pertama kalinya dengan manifesto serta panggilan bergerak untuk seluruh perempuan dengan tulisan Raicho.
Melalui edisi pertamanya, majalah Seito menjadi sebuah fenomena. Bahkan edisi pertamanya terjual habis hanya dalam sebulan. Tak hanya itu saja, majalah tersebut berhasil menarik banyak perempuan muda yang memiliki antusiasme tinggi dan memiliki pandangan yang sama.

Kepopuleran majalah Seito tidak lepas dari kontroversi, dan kontroversi besar pertama adalah ketika mereka mengunjungi pusat prostitusi untuk mengetahui kehidupan perempuan disana yang memiliki keadaan berbeda. Media-media lain memberitakan mereka sebagai sekelompok orang yang melakukan hal-hal memalukan serta memberikan reputasi yang buruk untuk perempuan itu sendiri. Hal ini akhirnya menciptakan konflik internal dalam majalah Seito.

Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito

Kontroversi tersebut tidak menyurutkan api semangat karena majalah Seito terus mendorong topik-topik kontroversial terkait hak perempuan dan juga otonomi akan tubuh mereka (perempuan). Edisi yang paling dicekal pemerintah adalah edisi khusus yang terbit tahun 1913 mengenai hak-hak perempuan yang ditulis oleh Hideko Fukuda, seorang aktivis radikal. Dalam artikel yang ditulisnya di situs judi bola, ia mengadvokasikan sistem komunal agar bisa tercipta kesetaraan diantara kelas-kelas yang ada sebagai solusi, tidak hanya sekedar hak setara saja. Beberapa bulan setelah edisi khusus ini terbit, pemerintah menyebut artikel-artikel dalam majalah Seito sebagai artikel yang berisi argumen kebebasan memilih terhadap hak otonomi tubuh perempuan, seperti pilihan untuk melakukan aborsi fetus ketika fetus belum tumbuh. Setelah terbit selama beberapa tahun, akhirnya majalah Seiota harus bubar tahun 1916 karena terbentur masalah finansial dan perhatian masyarakat Jepang yang menurun karena mulai memasuki masa Perang Dunia Pertama.

Vania Santoso Masuk Ke Dalam Penghargaan Majalah Internasional Forbes
Artikel Informasi Majalah

Vania Santoso Masuk Ke Dalam Penghargaan Majalah Internasional Forbes

Majalah Forbes merupakan sebuah majalah internasional yang sangat populer. Salah satu fitur yag di miliki oleh Majalah Bisnis dan Finansial Amerika Serikat ini adalah “Forbes 30 under 30”. Fitur ini adalah serangkaian daftar anak muda berprestasi yang diumumkan oleh Majalah Forbes tiap tahunnya dalam beberapa edisi regional. Daftar ini memiliki 20 kategori dengan jumlah 30 orang setiap kategorinya, total terdapat 600 tokoh bisnis dan industri yang terdapat dalam daftar ini. Asia dan Eropa memiliki 10 kategori untuk seluruh 300 tokoh yang terdaftar untuk masing- masing edisi. Sedangkan Afrika hanya memiliki satu daftar saja pada edisinya dengan jumlah 30 orang.

Pada maret 2021 baru-baru ini, Majalah Internasional Forbes merilis “30 under 30”. Dalam majalah Bisnis dan Finansial ini, salah satu alumni fakultas ekonomi dan bisnis UNAIR yang bernama Vania Santoso berhasil masuk ke dalam jajaran prestisius ini sebagai Co-Founder heySTARTIC, Artistic eco- fashion. Vania Santoso sendiri mengungkapkan bahwa penghrgaan ini sangatlah spesial, karena momennya tepat bersamaan dengan ulang tahun Ibunda tercintanya. Penghargaan ini sekaligus menjadi kado persembahan untuk orang tuanya. Vania menuturkan bahwa heySTARTIC merupakan sebuah projek sosial yang dikerjakan berasama kakaknya, Agnes Santoso yang mana mereka telah menekuni bidang ini sejak dari bangku sekolah. Walaupun menghadapi banyak tantangan, Vania mengatakan bahwa dia optimis dan percaya bahwa heySTARTIC akan bisa terus berkembang dengan dukungan dan inovasi dari para warga, seniman, serta pelaku industri kreatif lainnya.

Usaha Sociopreneur heySTARTIC yang dicetuskan oleh Vania dan kakaknya ini bermula pada tahun 2000- an. Saat itu terdapat musibah banjir yang mana airnya sampai masuk ke dalam rumah Vania. Akhirnya pada tahun 2005, Vania bersama Agnes Santoso yang merupakan kakaknya ini membuat komunitas lingkungan dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana gaya hidup yang ramah lingkungan. Waktu itu, proposal pendanaan kegiatan lingkungan yang diajukan oleh Vania dan kakaknya ditolak. Mereka pun mencari alternatif dengan melakukan garage sale hingga menjual produk daur ulang untuk mendanai kegiatan mereka.

Baca juga : Majalah Online Yang Mengangkat Topik Feminisme, Lokal Dan Internasional

Hingga pada akhirnya, pada tahun 2007, di Swedia, perjuangan mereka membuahkan hasil. Karya proyek manajemen sampah inovatif milik mereka di percayai sebagai Juara 1 Lomba Lingkungan Internasional tahunan yang diadakan oleh Volvo dan UNEP, dan mereka memperoleh dana 10.000 dolar atas kemenangannya ini. produk daur ulang yang di bawa oleh Vania ke luar negeri ini bisa laku dan bahkan laris manis. Namun, ternyata di Indonesia sendiri produk ini hampir tidak ada yang membeli. Dari sinilah Vania secara langsung belajar mengenai perbedaan perlakuan konsumen, dari sini juga bisa di simpulkan bahwa edukasi lingkungan di Indonesia perlu ditingkatkan lagi.

Ke depannya, Vania beserta kakaknya mempunyai rencana utama untuk konsisten terhadap produk satu ini dan berusaha komitmen dalam menjalankan nilai- nilai keberlanjutan dari heySTARTIC. Salah satu rencana yang sudah di canangkannya adalah mengembangkan sebuah wadah education and entertaiment hasil kolaborasi dari heySTARTIC dengan XD Entertaiment dan Swara Space yang bernama enviLOVEmental. Vania mengungkapkan bahwa dia berharap bahwa kedepannya enviLOVEmental bisa menjadi hub yang bisa mempertemukan penonton dengan banyak macam produk, komunitas, organisasi, pelaku industri yang peduli pada lingkungan. pada akhir penuturannya, Vania mengatakan bahwa dia bangga karena dari KTI, hingga skripsi akhirnya tentang Five- Diamonds Strategy heySTARTIC nya kini bisa menjadi inovasi sosial nyata yang berdampak.

Baca juga : Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Memilih Majalah

Majalah Online Yang Mengangkat Topik Feminisme, Lokal Dan Internasional
Artikel Blog Informasi Majalah Trend

Majalah Online Yang Mengangkat Topik Feminisme, Lokal Dan Internasional

Magdalene, sebuah majalah online yang tidak seperti majalah yang biasa anda temukan di toko. Karena Magdalene merupakan sebuah majalah feminis yang kerap kali dipandang sebelah mata oleh orang-orang karena kontennya yang tidak biasa. Sebenarnya feminisme sendiri sudah berkembang di luar negeri, bahkan aktivitasnya terus meningkat sejak tahun 2000-an, terutama aktivitas secara online. Banyak sekali feminis dari seluruh dunia yang memanfaatkan dunia maya untuk menyuarakan kepentingan dan juga hak-hak perempuan yang seringkali terabaikan.
Sebagai majalah online yang dibentuk pada abad ke-21, Magdalene tidak menyasar pembaca perempuan seperti majalah-majalah lainnya yang menjadikan perempuan sebagai pasar komersial untuk mendapatkan keuntungan. Majalah online ini tidak hanya independen, tidak komersial namun juga tidak menggiring pembacanya untuk bergabung dengan konsep patriarki. Magdalene dengan tegas menyatakan mendukung kesetaraan dan juga keadilan gender bagi perempuan. Mereka menyadari bahwa manusia berasal dari latar belakang maupun orientasi seksual yang berbeda-beda, karena itulah selain mendukung gerakan feminisme, mereka juga mendukung perjuangan LGBTQ+.

Di Indonesia memang ada Magdalene sebagai majalah yang mendukung gerakan feminisme, di luar negeri juga ada majalah-majalah seperti ini. Berikut adalah beberapa majalah dari luar negeri yang lewat konten-kontennya melakukan kampanye feminisme.
• Roseaux
Arti harafiah dari roseaux adalah ilalang, sebuah majalah yang dibentuk oleh 6 orang dari Marseille, Berlin dan Lisbon pada tahun 2018. Para pendiri majalah ini sengaja tidak menyebutkan nama depan atau nama keluarga mereka masing-masing karena menganggap nama tersebut sebagai simbol patriarki. Majalah asal Perancis ini hadir untuk menyuarakan feminisme dengan dua tujuan, pertama sebagai media yang akan menyediakan berbagai forum untuk refleksi bagi feminis yang ada, kedua adalah untuk membuka pintu selebar mungkin bagi pemula dalam dunia feminisme yang belum benar-benar tertarik dengan isu ini. Ada banyak sekali isu yang diangkat dalam majalah Roseaux, misalnya saja rasisme, seksisme, fobia terhadap LGBTQ+ dan konservatisme.

• Les Ourses à plumes
Terlihat dari namanya, bahwa majalah ini berasal dari Perancis yang memiliki arti berupa beruang perempuan dengan pena berbulu. Nama majalah ini memiliki sebuah arti yang filosofi. Pena berbulu sebagai alat tulis masa lampau, namun dalam arti khusus pena ini sebagai bentuk imajinasi bahwa feminisme mampu terbang lebih tinggi. Beruang sendiri merupakan lambang dari kekuatan. Majalah yang dibentuk tahun 2015 tidak hanya mengutamakan tulisan dari perempuan saja, namun juga memberikan ruang bagi perempuan disabilitas.

• Femmes Plurielles
Majalah ini disokong langsung oleh Femmes Prévoyantes Socialistes, yaitu sebuah organisasi perempuan sosialis yang berdiri tahun 1922, walaupun majalah Femmes Plurielles baru didirikan tahun 2015. Setiap terbit, majalah ini mengusung tema yang berbeda-beda, dan hanya terbit 4 kali dalam setahun. Kalau anda tinggal di Belgia, anda bisa mendapatkan majalah versi cetaknya secara gratis. Namun jika anda berada di luar negeri, anda bisa mengakses websitenya yang saat ini baru tersedia dalam 4 rubrik, yaitu kampanye, budaya, sosial dan politik.

• Axelle
Majalah ini berasal dari Brussels, dan mendapatkan sokongan dari Vie Féminine sebuah organisasi feminis yang ada di Belgia. Prinsip yang dipegang majalah ini adalah solidaritas demokratik dan juga keadilan gender. Edisi cetaknya pertama kali terbit bulan januari 1998 dan dalam setahun menerbitkan 10 majalah, sehingga hampir setiap bulan terbit edisi baru. Jika anda ingin mengunjungi websitenya, anda bisa mengaksesnya.

Media Online Yang Mengangkat Topik Feminisme
Artikel Blog Informasi Majalah Trend

Media Online Yang Mengangkat Topik Feminisme

Perkembangan teknologi dan juga media memberikan banyak perubahan terhadap dunia jurnalistik, tidak hanya di Indonesia saja namun juga di luar negeri. Saat ini dunia jurnalistik tidak lagi bersifat eksklusif hanya dalam satu media saja, namun bisa tersebar dalam beberapa media online yang berbeda dengan menggabungkan teks, visual dan juga audio ke dalamnya. Inilah yang menjadi titik awal perkembangan jurnalistik multimedia.
Dengan adanya internet, permasalahan terkait tidak memiliki waktu untuk membaca menjadi berkurang karena anda sudah bisa mengakses internet dimana saja dan kapan saja. Orang-orang tidak perlu lagi berlangganan koran atau majalah untuk mendapatkan informasi terkini, belum lagi radio yang sudah jarang didengarkan kecuali sedang terjebak macet (menggunakan mobil). Dengan internet, anda bisa memilih sendiri berita atau informasi apa saja yang ingin anda ketahui. Seiring dengan perkembangan internet dan juga teknologi, pengetahuan pun menjadi lebih mudah untuk didapatkan. Sejak adanya jurnalistik multimedia, masyarakat juga memiliki andil untuk menyebarkan informasi. Media tidak lagi hanya berperan sebagai sumber informasi semata, namun juga memiliki fungsi untuk mengedukasi.

Diantara sekian banyak jenis media multimedia yang ada di internet, adalah salah satu media online yang mengangkat topik feminisme, yaitu Magdalene. Tidak hanya website online saja, namun Magdalene juga memiliki platform lainnya seperti media sosial, youtube dan juga podcast. Topik-topik yang diangkat tidak hanya seputar perempuan saja, namun lebih luas seperti ekualitas gender, gaya hidup, pop-culture dan juga gaya hidup. Sejak tahun 2013, Magdalene telah mendapatkan ribuan pengikut dari berbagai platform. Magdalene muncul karena pendirinya yaitu Hera Diani dan Devi Asmarani merasa resah karena minim sekali ruang yang disediakan oleh media untuk membahas berbagai isu perempuan. Akhirnya muncullah Magdalene sebagai media online karena pengoperasiannya yang jauh lebih mudah daripada harus mengeluarkan versi cetaknya.

Di Indonesia mungkin terdapat Magdalene sebagai majalah online dengan topik-topik feminisme dan LGBTQ+, sedangkan di luar negeri juga ada majalah-majalah sejenis yang mengangkat topik yang sama. Apa saja majalah tersebut? Berikut beberapa diantaranya.
• Deuxième page
Memiliki arti halaman kedua, dengan makna bahwa untuk melihat buku harus melihat lebih dari sampulnya (sebagai halaman pertama), namun harus memahami lebih dari itu, memahami segala sesuatunya secara terbuka dan berpikiran kritis. Majalah yang berdiri tahun 2016 ini memiliki filosofi saling percaya. Mereka akan melakukan kampanye feminisme secara langsung (terlihat langsung). Tulisan yang diangkat majalah ini mengutamakan prinsip kontra terhadap kekerasan, kekuasaan, kompetisi, hierarki dan juga individualisme.

• Friction
Memiliki kantor di Paris, majalah ini dibentuk tahun 2010 dan dikelola oleh 10 orang secara sukarela. Majalah ini khusus membahas topik-topik terkait budaya, seni dan juga musik, ada pula rubrik yang memberikan ulasan terhadap sebuah buku maupun wawancara terhadap seniman-seniman. Kebanyakan tulisan yang dibuat mengangkat tema LGBTQ+ melalui pandangan alternatif.

• Féministo Clic
Majalah ini dibentuk oleh sebuah organisasi feminis Perancis yang bernama feminis Perancis Osez le féminisme! pada tahun 2009 lalu. Organisasi ini cukup besar karena memiliki 25 cabang di Perancis, 1 cabang di Swiss dan 1 cabang di Belgia. Organisasi ini mendorong dihapuskannya pornografi dan prostitusi sebagai salah satu agenda feminisme mereka. Edisi cetak pertama terbit Juni 2009, lalu sejak oktober 2016 majalah ini berubah menjadi majalah online sehingga lebih mudah diakses.

Potret Majalah Elle di Indonesia
Artikel Blog Informasi Majalah

Potret Majalah Elle di Indonesia

Potret Majalah Elle di Indonesia – Majalah impor sekarang ini sudah banyak beredar di pasar Indonesia. Penikmat majalah Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan menjamurnya majalah impor di kalangan masyarakat Indonesia tentu saja ini menjadikannya sebagai peluang usaha baru yang patut dicoba. Beberapa brand majalah impor, mulai masuk di Indonesia pada akhir tahun 90an atau pada tahun 2000-an. Namun sayangnya sampai tahun 2019 hanya beberapa brand saja yang berhasil bertahan dan terus memperlebar jalan mereka di media cetak Indonesia. Salah satu brand majalah impor yang masih bertahan di Indonesia adalah majalah elle. Pada tahun 2008 majalah elle mulai masuk di Indonesia, majalah elle diterbitkan oleh kartini group yang juga mengeluarkan edisi majalahnya sendiri yang khusus di bidang busana. Sebenarnya majalah ini terbit pada tahun 1945 di prancis.

Majalah elle seperti majalah impor pada umumnya, banyak artikel-artikel yang dimuat berisi tentang busana, fashion mode yang terbaru, kecantikan, dan dunia wanita lainnya. Hebatnya majalah elle masih bertahan sampai tahun 2019 ini. Majalah elle yang terbit di Indonesia adalah untuk potret bagaimana mereka harus bersikap, menunjukkan kualitas nilai diri mereka, berani memiliki prinsip agar menjadi pribadi yang merdeka. Elle mengajak perempuan Indonesia untuk selalu bersuka cita menjalani kehidupan sehari-hari, menikmatinya dengan keadaan yang sudah ditetapkan, dan memberi dampak positif untuk kehidupan lebih luas. Majalah elle diterbitkan di Indonesia oleh mayapada group.

Jika kamu sekelompok perempuan yang senang mengikuti ramalan-ramalan bintang, majalah elle juga menyediakan informasi tersebut. Setiap bulannya informasi mengenai ramalan-ramalan bintang zodiac disajikan secara mendetail, mengulas karir, keuangan, percintaan, kesehatan, dan keberuntungan di bulan tersebut. Untuk kalian yang belum mengenal gambaran majalah elle, majalah ini sedikit berbeda dengan majalah-majalah lainnya. Informasi yang dimuat di dalamnya lebih banyak mengenai pembahasaan tentang kebebasan perempuan, motivasi, artikel-artikel penggugah semangat, dan juga membahas tentang produk permainan judi bola online. Untuk fashion majalah elle tidak se up to date majalah impor lainya, namun disitulah letak nilai postifnya. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari artis dunia, bagaimana pemikiran mereka tentang dunia perempuan, seperti di edisi majalah elle pada agustus 2019 kemarin, Angelina jollie mengungkapkan pemikirannya tentang kebebasan hidup seorang perempuan, bagaimana perempuan harus menjalani profesi atas dasar cinta dan juga kebaikan, bukan hanya mementingkan materi dan gengsi saja. Elle juga kerap membahas berbagai usaha kolektif perempuan untuk memberdayakan atau memberikan motivasi kepada sesama perempuan lainnya. Misalkan dengan memuat salah satu aktivis kemanusiaan perempuan di salah sampulnya.

Majalah elle yang terbit di Indonesia tentunya juga membahas kehidupan selebritis Indonesia, jadi kamu nggak takut ketinggalan berita dalam dan luar negri.

Gaya Berpakaian Ala Harper’s Bazaar
Artikel Blog Informasi Majalah Trend

Gaya Berpakaian Ala Harper’s Bazaar

Gaya Berpakaian Ala Harper’s Bazaar – Di zaman yang sudah berkembang ini, peran wanita untuk perkembangan dunia cukup besar. Sudah banyak sektor yang dihuni wanita. Habit atau kebiasaan wanita menjadi daya tarik tersendiri saat menempatkan mereka di suatu sektor pekerjaan. Berbicara life style, seperti yang kita ketahui wanita selalu mempunyai kebiasaan unik dan berbeda-beda. Kita sebagai wanita juga dituntut untuk selalu mengikuti tren terkini, yang sedang berkembang. Jika kamu masih bingung dan sedang mencari panduan dalam hal gaya hidup kamu bisa mencoba mempelajarinya dari salah satu majalah yang telah berumur tua. Harper’s bazaar, majalah ini merupakan majalah terbitan Amerika. Bahkan sudah diterbitkan di 31 negara lainnya, tentunya majalah ini juga sudah ada di Indonesia. Majalah harper’s bazaar pertama kali terbit pada tahun 1867. Karena majalah ini termasuk majalah tertua di dunia, pembahasan topik yang ada di dalamnya sudah matang dan sangat tepat di sampaikan mengikuti zamannya.

Harper’s bazaar seringkali membahas tentang kecantikan, budaya, informasi selebriti dunia, mode, dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri harper’s bazaar diterbitkan sejak tahun 2000 oleh PT media insani abadi. Hebatnya majalah ini tetap bisa bersaing dengan pasar majalah inpor lain yang ada di Indonesia. Majalah ini bisa di bilang lengkap jika kamu jadikan pedoman untuk tuntunan model berpakaianmu, banyak ide-ide kreatif penggabungan atau mix and match yang tetap fashionable. Bila kamu selalu mengikuti edisinya pasti kamu bisa belajar ootd berpakaian dengan banyak konsep. Majalah harper’s bazaar bisa dibilang sangat berkompeten untuk urusan fashion,halamannya lebih dominan berisikan fashion-fashion dari designer baru maupun dari designer kelas papan atas dunia. yang membedakannya dengan majalah lain, harper’s bazaar juga sering membahas isu-isu budaya dunia, karena berasal dari amerika kita harus pintar-pintar memilah milih berita yang cocok untuk kebudayaan dan pola berpikir kita. Walaupun begitu informasi tentang isu budaya yang disampaikan pastinya juga penting untuk menambah wawasan berita kita. Intinya pintar-pintarlah memilih informasi yang akan dibaca dan di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk kamu yang ingin membelinya, kamu bisa cek saja informasi yang ada di media sosial, banyak penerbit dan media cetak yang menjual majalah harpe,s bazaar di media online. Harganya juga msih terjangkau meskipun majalah ini termasuk majalah impor yang terjamin kualitasnya. Jika masihingin berselancar tentang harpe’s bazaar majalah, kamu juga bisa follow instagram official resminya. Di situ banyak juga public figure Indonesia yang diunggah seperti dian sastro wardoyo. Bahkan di edisi hari ibu kemarin mereka menmgunggah potret kebersamaan beberapa artis Indonesia bersama anaknya seperti maia estianti, marsha timothy, bunga citra lestari dengan kalimat sweet .

Majalah Cosmopolitan Untuk Fashion Stylemu
Artikel Blog Informasi Majalah Trend

Majalah Cosmopolitan Untuk Fashion Stylemu

Majalah Cosmopolitan Untuk Fashion Stylemu – Setiap wanita di dunia pasti ingin tampil sempurna dan menunjukkan jati dirinya yang berbeda kepada dunia, di zaman yang sudah serba modern ini sudah banyak perkembangan yang terjadi di semua lini kehidupan, selain teknologi dan komunikasi, lini fashion dan gaya hidup wanita juga mengalami perkembangan yang pesat. Sudah rahasia umum, jika kehidupan wanita memiliki serba-serbinya yang beragam. Kita sebagai wanita memiliki gaya hidup dan fashion yang beragam dan berbeda-beda, begitupun dengan cara kita mencari inspirasi yang berbeda-beda pula. Bagi sebagian wanita karier yang bekerja di setiap harinya, pasti mudah sekali mencari informasi di sosial media dan jaringan internet lainnya, namun banyak juga wanita dan masyarakat indonesi masih menjadi pelanggan tetap media cetak seperti Koran, ataupun majalah.

Salah satu majalah impor yang masih ada di Indonesia adalah majalah cosmopolitan. Majalah cosmopolitan merupakan majalah amerika serikat dan sudah diterbitkan di Indonesia sejak tahun 1997. Sudah lebih dari 20 tahun majalah ini hadir di Indonesia, diterbitkan oleh PT. Higina Alhadin majalah cosmopolitan banyak membahas tentang gaya hidup wanita-wanita modern dan kebiasaan manusia modern saat ini. Majalah ini memang khusus wanita, namun bukan berarti lelaki juga tidak bisa membacanya, majalah ini berisi hiburan tentang dunia internasioanal untuk wanita. Bisa dibilang majalah cosmopolitan adalah majalah terlaris di Negara asalnya. Jessica pels adalah pemimpin redaksi yang sangat terkenal, walaupun diterbitkan di Indonesia baru pada tahun 1997, ternyata majalah ini pertama kali diterbitkan dan didistribusikan pada tahun 1886 di Amerika Serikat, namun sebelumnya majalah ini lebih diutamakan untuk majalah keluarga, belum lebih dominan mengusung informasi tentang hiburan internasional, kemudian mulai diubah menjadi majalah sastra dan sejak 1965 telah menjadi majalah wanita. Dan pada tahun 2011 artikel ini sudah mencakup artikel yang membahas hubungan seks, kesehatan, karier, peningkatan nilai pada diri sendiri, selebriti papan atas dunia, fashion style, kecantikan, dan semacamnya. Cosmopolitan sudah diterbitkan di banyak Negara seperti benua eropa dan benua asia. Termasuk hongaria, amerika latin, swedia, bahkan yunani. Majalah cosmo juga dicetak dalam 35 bahasa yang berbeda dan didistribusikan di lebih 110 negara.

Di bawah kepemilikan john brisben walker, majalah cosmopolitan mulai memperkenalkan ilustrasi waran, serial, dan ulasan yang lebih segar. Dengan majalah cosmopolitan kamu dapat menemukan berbagai informasi tentang produk permainan, di dalam majalah impor ini banyak ulasan artikel tentang permainan judi online dan majalah ini juga membahas tentang informasi sex secara detail, untuk masyarakat Indonesia yang menganggap tabu membicarakannya dengan sesama, di majalah cosmopolitan kamu bisa mencari informasi dan menutupi rasa malu untuk bertanya.

Majalah Wanita Premium Marie Claire
Artikel Blog Informasi Majalah

Majalah Wanita Premium Marie Claire

Majalah Wanita Premium Marie Claire – Gaya hidup setiap orang memang berbeda-beda, setiap orang menentukan gaya hidup yang dirasa nyaman untuk dirinya. Dalam menjalani gaya hidupnya pasti mereka khususnya kaum hawa memiliki sumber referensi terpercaya dan up to date. Salah satunya adalah lewat majalah, banyak majalah yang bisa kita temui di pasaran dan media sosial, namun seringnya informasi yang dimuat tidak lengkap, untuk memuasakan rasa penasaran kaum wanita ada salah satu majalah terlengkap yaitu marie Claire. Majalah yang diterbitkan pertama kali di prancis pada tahun 1937 ini membahasa fashion terlengkap dan juga banyak membahas tentang kesehatan dan tips-tips kecantikan untuk para wanita. Di dalam majalah ini kita bisa lebih mencari tahu gaya yang tepat untuk diri kita.

Selama lebih dari tiga dekade atau lebih dari tiga puluh tahun marie Claire memimpin dalam memberikan isu isu penting bagi perempuan. Majalah msrie claire tidak hanya terbit di Indonesia saja, melainkan juga di inggris, Malaysia. Marie Claire melakukan pemberdayaan untuk perempuan, hingga perubahan iklim juga diinformasikan dengan detail, terperinci, disertai layout yang rapi. Mereka memberikan informasi dunia fashion dan kecantikan kelas premium yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Marie Claire diterbitkan pertama kali di Indonesia sejak tahun 2010, dan diterbitkan oleh sprint media, namun di Negara asalnya prancis, marie Claire diterbitkan pertama kali pada tahun 1937.

Walaupun majalah Claire termasuk majalah import, pembacanya di Indonesia sudah banyak. Terbukti saat launching perdananya, majalah ini ditunggu pembaca setianya. Mereka menganggap majalah marie Claire termasuk majalah yang ekslusif dan premium, karena memuat informasi tentang isu-isu di dunia global yang tengah berkembang. Seperti tranding fashion dan style berbusana, informasi menyangkut kepribadian wanita. Hal lain yang menarik lainnya banyak designer-designer dunia yang ikut dalam mengisi laman fashion di majalah marie Claire, sangat lengkap untuk dijadikan pilihan kiblat fashionmu. Di majalah ini juga ada informasi seputar seks yang mungkin bisa menjawab rasa penasaranmu, memang edukasi seks di Indonesia masih tergolong tabu, padahal informasi ini penting pula untuk keamanan orientasi seks kita.

Namun sayangnya setelah memberikan informasinya selama lebih dari tiga puluh tahun, marie Claire akhirnya berhenti terbit, mereka menghentikan penerbitannya pula di beberapa Negara. Nah untuk kalian yang baru mengenal majalah Claire dan ingin memilikinya, coba cari di instagram dan beberapa olshop ( media sosial ), biasanya banyak orang yang menjual kembali majalah marie claire miliknya. Karena edisi nya juga sudah diberhentikan di Indonesia, kamu tidak bisa menemukannya lagi di penerbitnya, bila ingin memiliki dengan harga yang relatife murah coba cari di toko buku besar di kota-kota kamu.