Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito

Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito

Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito – Majalah sastra asal Jepang bernama Seito ketika pertama kali terbit tahun 1911 telah menimbulkan kontroversi. Seito sendiri memiliki arti stoking biru, nama yang terinspirasi dari grup perempuan yang berkumpul untuk melakukan diskusi terkait politik dan juga seni yang ada di Inggris pada abad ke-18. Grup diskusi seperti ini, pada masanya bukanlah hal yang biasa, bukan suatu hal yang wajar. Namun majalah Seito sendiri tidak mengira bahwa majalahnya akan mendapatkan cekalan dari pecmerintah karena “mengganggu ketertiban umum”. Majalah Seito sama sekali tidak berniat untuk menjadi sebuah majalah “radikal” atau majalah politik, mereka hanya ingin membuat sebuah jurnal sastra bagi perempuan dengan kebanyakan isinya berupa esai pribadi yang ditulis oleh para perempuan.

Pada abad ke-18, pemikiran perempuan masih dianggap sebagai tantangan provokatif bagi tatanan sosial yang biasanya perempuan hanya berperan sebagai istri dan juga ibu. Sehingga apa yang ditulis oleh majalah Seiota melampaui batasan yang telah dibuat oleh masyarakat terhadap perempuan. Akhirnya majalah tersebut semakin menarik perhatian publik dan mendapatkan penolakan keras karena majalah Seito mendalami pertanyaan politis yang masih dianggap tabu. Tidak hanya itu saja, dalam majalah mereka memperdebatkan kesetaraan bagi perempuan, aborsi hingga keperawanan. Karenanya tanpa disengaja majalah Seiota telah menjadi majalah pelopor bagi feminisme di Jepang.

Majalah Seito didirikan oleh sekelompok perempuan yang memiliki ambisi tinggi, tidak hanya ingin menjadi seorang istri, namun mereka memiliki dorongan intelektual agar perempuan juga mendapatkan akses ke pendidikan yang lebih tinggi. Haruko Hiratsuka dengan nama pena Raicho mendapatkan ide terkait majalah Seito ini dari mentornya yang telah mengajarinya bahasa inggris, meditasi zen dan juga sastra. Bersama dengan Yoshika Yasumochi dan juga tiga orang pendiri lainnya, mereka menerbitkan majalah Seito untuk pertama kalinya dengan manifesto serta panggilan bergerak untuk seluruh perempuan dengan tulisan Raicho.
Melalui edisi pertamanya, majalah Seito menjadi sebuah fenomena. Bahkan edisi pertamanya terjual habis hanya dalam sebulan. Tak hanya itu saja, majalah tersebut berhasil menarik banyak perempuan muda yang memiliki antusiasme tinggi dan memiliki pandangan yang sama.

Kepopuleran majalah Seito tidak lepas dari kontroversi, dan kontroversi besar pertama adalah ketika mereka mengunjungi pusat prostitusi untuk mengetahui kehidupan perempuan disana yang memiliki keadaan berbeda. Media-media lain memberitakan mereka sebagai sekelompok orang yang melakukan hal-hal memalukan serta memberikan reputasi yang buruk untuk perempuan itu sendiri. Hal ini akhirnya menciptakan konflik internal dalam majalah Seito.

Gerakan Feminisme Pertama Di Jepang Melalui Majalah Seito

Kontroversi tersebut tidak menyurutkan api semangat karena majalah Seito terus mendorong topik-topik kontroversial terkait hak perempuan dan juga otonomi akan tubuh mereka (perempuan). Edisi yang paling dicekal pemerintah adalah edisi khusus yang terbit tahun 1913 mengenai hak-hak perempuan yang ditulis oleh Hideko Fukuda, seorang aktivis radikal. Dalam artikel yang ditulisnya di situs judi bola, ia mengadvokasikan sistem komunal agar bisa tercipta kesetaraan diantara kelas-kelas yang ada sebagai solusi, tidak hanya sekedar hak setara saja. Beberapa bulan setelah edisi khusus ini terbit, pemerintah menyebut artikel-artikel dalam majalah Seito sebagai artikel yang berisi argumen kebebasan memilih terhadap hak otonomi tubuh perempuan, seperti pilihan untuk melakukan aborsi fetus ketika fetus belum tumbuh. Setelah terbit selama beberapa tahun, akhirnya majalah Seiota harus bubar tahun 1916 karena terbentur masalah finansial dan perhatian masyarakat Jepang yang menurun karena mulai memasuki masa Perang Dunia Pertama.

Majalah Cosmopolitan Untuk Fashion Stylemu
Artikel Blog Informasi Majalah Trend

Majalah Cosmopolitan Untuk Fashion Stylemu

Majalah Cosmopolitan Untuk Fashion Stylemu – Setiap wanita di dunia pasti ingin tampil sempurna dan menunjukkan jati dirinya yang berbeda kepada dunia, di zaman yang sudah serba modern ini sudah banyak perkembangan yang terjadi di semua lini kehidupan, selain teknologi dan komunikasi, lini fashion dan gaya hidup wanita juga mengalami perkembangan yang pesat. Sudah rahasia umum, jika kehidupan wanita memiliki serba-serbinya yang beragam. Kita sebagai wanita memiliki gaya hidup dan fashion yang beragam dan berbeda-beda, begitupun dengan cara kita mencari inspirasi yang berbeda-beda pula. Bagi sebagian wanita karier yang bekerja di setiap harinya, pasti mudah sekali mencari informasi di sosial media dan jaringan internet lainnya, namun banyak juga wanita dan masyarakat indonesi masih menjadi pelanggan tetap media cetak seperti Koran, ataupun majalah.

Salah satu majalah impor yang masih ada di Indonesia adalah majalah cosmopolitan. Majalah cosmopolitan merupakan majalah amerika serikat dan sudah diterbitkan di Indonesia sejak tahun 1997. Sudah lebih dari 20 tahun majalah ini hadir di Indonesia, diterbitkan oleh PT. Higina Alhadin majalah cosmopolitan banyak membahas tentang gaya hidup wanita-wanita modern dan kebiasaan manusia modern saat ini. Majalah ini memang khusus wanita, namun bukan berarti lelaki juga tidak bisa membacanya, majalah ini berisi hiburan tentang dunia internasioanal untuk wanita. Bisa dibilang majalah cosmopolitan adalah majalah terlaris di Negara asalnya. Jessica pels adalah pemimpin redaksi yang sangat terkenal, walaupun diterbitkan di Indonesia baru pada tahun 1997, ternyata majalah ini pertama kali diterbitkan dan didistribusikan pada tahun 1886 di Amerika Serikat, namun sebelumnya majalah ini lebih diutamakan untuk majalah keluarga, belum lebih dominan mengusung informasi tentang hiburan internasional, kemudian mulai diubah menjadi majalah sastra dan sejak 1965 telah menjadi majalah wanita. Dan pada tahun 2011 artikel ini sudah mencakup artikel yang membahas hubungan seks, kesehatan, karier, peningkatan nilai pada diri sendiri, selebriti papan atas dunia, fashion style, kecantikan, dan semacamnya. Cosmopolitan sudah diterbitkan di banyak Negara seperti benua eropa dan benua asia. Termasuk hongaria, amerika latin, swedia, bahkan yunani. Majalah cosmo juga dicetak dalam 35 bahasa yang berbeda dan didistribusikan di lebih 110 negara.

Di bawah kepemilikan john brisben walker, majalah cosmopolitan mulai memperkenalkan ilustrasi waran, serial, dan ulasan yang lebih segar. Dengan majalah cosmopolitan kamu dapat menemukan berbagai informasi tentang produk permainan, di dalam majalah impor ini banyak ulasan artikel tentang permainan judi online dan majalah ini juga membahas tentang informasi sex secara detail, untuk masyarakat Indonesia yang menganggap tabu membicarakannya dengan sesama, di majalah cosmopolitan kamu bisa mencari informasi dan menutupi rasa malu untuk bertanya.

Majalah Wanita Premium Marie Claire
Artikel Blog Informasi Majalah

Majalah Wanita Premium Marie Claire

Majalah Wanita Premium Marie Claire – Gaya hidup setiap orang memang berbeda-beda, setiap orang menentukan gaya hidup yang dirasa nyaman untuk dirinya. Dalam menjalani gaya hidupnya pasti mereka khususnya kaum hawa memiliki sumber referensi terpercaya dan up to date. Salah satunya adalah lewat majalah, banyak majalah yang bisa kita temui di pasaran dan media sosial, namun seringnya informasi yang dimuat tidak lengkap, untuk memuasakan rasa penasaran kaum wanita ada salah satu majalah terlengkap yaitu marie Claire. Majalah yang diterbitkan pertama kali di prancis pada tahun 1937 ini membahasa fashion terlengkap dan juga banyak membahas tentang kesehatan dan tips-tips kecantikan untuk para wanita. Di dalam majalah ini kita bisa lebih mencari tahu gaya yang tepat untuk diri kita.

Selama lebih dari tiga dekade atau lebih dari tiga puluh tahun marie Claire memimpin dalam memberikan isu isu penting bagi perempuan. Majalah msrie claire tidak hanya terbit di Indonesia saja, melainkan juga di inggris, Malaysia. Marie Claire melakukan pemberdayaan untuk perempuan, hingga perubahan iklim juga diinformasikan dengan detail, terperinci, disertai layout yang rapi. Mereka memberikan informasi dunia fashion dan kecantikan kelas premium yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Marie Claire diterbitkan pertama kali di Indonesia sejak tahun 2010, dan diterbitkan oleh sprint media, namun di Negara asalnya prancis, marie Claire diterbitkan pertama kali pada tahun 1937.

Walaupun majalah Claire termasuk majalah import, pembacanya di Indonesia sudah banyak. Terbukti saat launching perdananya, majalah ini ditunggu pembaca setianya. Mereka menganggap majalah marie Claire termasuk majalah yang ekslusif dan premium, karena memuat informasi tentang isu-isu di dunia global yang tengah berkembang. Seperti tranding fashion dan style berbusana, informasi menyangkut kepribadian wanita. Hal lain yang menarik lainnya banyak designer-designer dunia yang ikut dalam mengisi laman fashion di majalah marie Claire, sangat lengkap untuk dijadikan pilihan kiblat fashionmu. Di majalah ini juga ada informasi seputar seks yang mungkin bisa menjawab rasa penasaranmu, memang edukasi seks di Indonesia masih tergolong tabu, padahal informasi ini penting pula untuk keamanan orientasi seks kita.

Namun sayangnya setelah memberikan informasinya selama lebih dari tiga puluh tahun, marie Claire akhirnya berhenti terbit, mereka menghentikan penerbitannya pula di beberapa Negara. Nah untuk kalian yang baru mengenal majalah Claire dan ingin memilikinya, coba cari di instagram dan beberapa olshop ( media sosial ), biasanya banyak orang yang menjual kembali majalah marie claire miliknya. Karena edisi nya juga sudah diberhentikan di Indonesia, kamu tidak bisa menemukannya lagi di penerbitnya, bila ingin memiliki dengan harga yang relatife murah coba cari di toko buku besar di kota-kota kamu.